Pagi belum sempurna mata ini terbuka. Gema adzan yang menyusuri setiap jengkal lorong telingaku memaksaku beranjak dari hamparan tempat tidurku yang empuk. Ketika aku keluar dari kamar, untuk mengambil beningnya air wudlu di pagi yang cukup dingn itu. Ketika telah usai aliran air suci membasuh setiap bagian wudluku, ada cahaya yang menghentikan langkahku. ada rupa yang memaksaku untuk diam. ada rembulan yang tak tenggelam oleh matahari.
Pilu hatiku mendadak syahdu. Senyum itu, mata indah yang berbinar itu, kesunyian yang indah membalut bidadariku dalam santun yang sempurna. Perempuan di ujung Subuh yang tak henti – hentinya mengoyak sadarku dalam gelora cinta yang tak biasa.
Masya Alloh, indah kau ciptakan penyejuk hati hampir sempurna ya rob. Cahaya jiwa yang sayu bersinar meluluh lantakan segala gundah.
Innalilah…, waktu sholat subuh. aku bergegas menghadap dalam takdir. tak lupa di jung salamku kulantunkan munajat cinta dari dasar kalbuku.

Perempuan di ujung Subuh

RINDU CINTAKU, YA SALAM

Detak jantungku bersenandung indahnya nama Mu dalam lisan hatiku
Aku sungguh menemukan kehambaanku
Tenggelamkan aku dalam asma, sifat dan dzat Mu
Pesona cinta Robi’ah ‘Adawiyyah,
Gejolak rindu Jalaluddin Rummi,
dan keharuman jubah bulu Uwais Al – Qorony,
menyeretku dalam gelombang asma cinta Mu
Ratusan, ribuan, bahkan jutaan zahid kau turunkan ke muka bumi
Jadikan aku bagian dari para kekasih Mu
Ku ingin bersenandung dalam khalwat cinta Mu
Wahai Engkau pujaan hati suci
benamkan aku dalam syahdu kalam Mu
bebaskan aku dari tabir tirai – tirai hijab Mu
Duhai Kekasih para kekasih
palingkan aku dari wujud dunia
lepaskan aku dari belenggu ‘aghyar’
seperti halnya Kau palingkan muka Abi Hasan Asy – Syadzili
dan juga Abdul Qodir Al – Jailani dari segala pengurauh duniawi di hati
Ku ingin kau selipkan dalam relung pikiran dan hatiku,
kata demi kata, kalimat demi kalimat yang tersurat
dalam kumpulan risalah sufi Al – Ghozali ataupun Baca Lebih Lanjut »

Cinta atau Surga

sujud adalah penghambaan. bukan menanti sebuah pengharapan. tak satupun keinginan dalam hati selain mencari cinta sejati. apa yang mereka lakukan? apa yang aku lakukan ? kadang aku pun tak mengerti. dalam anganku ada surga, neraka dan apapun seisi langit. namun tak satupun menjadi harapanku atau ketakutanku. aku ingtinkan cinta yang menjadikan dingin dan bahagiaku dalam panasnya bakaran api. aku inginkan cinta yang memberiku bahagia dalam tumpukan derita. kenapa harus bidadari, surga, dan apapun seisinya. bukan sang Penciptanya lebih indah dan penuh cinta dan mempesona. cinta sejati tak mengharapkan apapun dari kekasih, sebab cinta hanya mengharapkan ridlo dari sang Kekasih. bukan pengharapan kepada surga, bukan pula ketakutan pada neraka. cinta adalah cinta tanpa tafsir ataupun nama – nama

Kenapa begitu mudahnya melupakan Alloh
Subhanalloh, Luar biasa rohmat Tuhan yang tak henti – hentinya mengalir dalam setiap detik kehidupan. Hanya mereka yang buta rasa dan tuli jiwanya yang tidak mau dan mampu merasakan kasih sayang Alloh.
Apalagi yang kita ragukan dengan kebenaran tauhid Sang Rosul. Kita tidak pernah memesan nyawa ataupun jasad, Alloh telah menganugerahkan semuanya. Kita tak pernah memesan bumi dan seisinya, Alloh telah menyediakanya dengan design yang maha agung dan multi manfaat.
Kenapa begitu mudahnya kita melupakan Alloh, padahal sedetikpun Dia tak pernah melupakan kita. Tak pernahkah anda berpikir, seandainya sedetik saja Alloh melupakan kita, kemana nafas harus kita cari, kemana nyawa harus berpenghuni.
Mungkin karena kita memang telah tumpul akal dan buta hati sehingga tak mau dan mampu merasakan rohmat dan kasih sayang Alloh. Pernahkah anda menghitung, seandainya oksigen yang kita hirup setiap hari itu harus kita bayar dengan uang, berapa uang yang dibutuhkan. Anda selalu memisahkan seluruh perkara dengan logika, padahal logika itulah hakekat mistisisme dan keagungan Tuhan yang sama sekali tidak logis bagi logika bodoh. Baca Lebih Lanjut »

Aroma cinta di bulan rojab
Subhanalloh, wal hamdulillah, wa la ilaha ilalloh. Sekujur tubuh dingin dan membeku. Aroma Sang Rosul terus menyeruak dalam dinding kerinduan para pecinta. Di bulan ini, sejarah panjang nana gung ditakdirkan untuk terukir. Panggilan Sang Kekasih membawa Muhammad pada ujung kemulyaan sebagai nabi. Ketika Alloh memerintahkan ikhwal suci dalam rangkaian ibadah sholat nan romantic.
Di bulan Rojab segala kejadian besar mengisi ruas – ruas sejarah. Kita mengenal dengan isro’ mi’roj. Rosululloh bersama sang Jibril Baca Lebih Lanjut »








