Perempuan di ujung Subuh
Pagi belum sempurna mata ini terbuka. Gema adzan yang menyusuri setiap jengkal lorong telingaku memaksaku beranjak dari hamparan tempat tidurku yang empuk. Ketika aku keluar dari kamar, untuk mengambil beningnya air wudlu di pagi yang cukup dingn itu. Ketika telah usai aliran air suci membasuh setiap bagian wudluku, ada cahaya yang menghentikan langkahku. ada rupa yang memaksaku untuk diam. ada rembulan yang tak tenggelam oleh matahari.
Pilu hatiku mendadak syahdu. Senyum itu, mata indah yang berbinar itu, kesunyian yang indah membalut bidadariku dalam santun yang sempurna. Perempuan di ujung Subuh yang tak henti – hentinya mengoyak sadarku dalam gelora cinta yang tak biasa.
Masya Alloh, indah kau ciptakan penyejuk hati hampir sempurna ya rob. Cahaya jiwa yang sayu bersinar meluluh lantakan segala gundah.
Innalilah…, waktu sholat subuh. aku bergegas menghadap dalam takdir. tak lupa di jung salamku kulantunkan munajat cinta dari dasar kalbuku.
Posted on 31 Juli 2009, in Catatan Perjalanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)